Tag Archives: curhat

Aroma Obat Selalu Membuatku Muntah

Dear Sahabat,
Waktu kecil ane termasuk anak yang nggak doyan makan. Tak heran jika badanku kurus kering kurang gizi. Tapi kalau urusan jajan nomor satu. Untuk memancing nafsu makan ane, ibuku sering nyekokin ane dengan ramuan tradisional. Mungkin ada yang nggak ngerti dengan istilah nyekokin. Nyekokin adalah pemberian jamu tradisional pada anak kecil dengan menggunakan kain sebagai alat penyaringnya. Rasanya bener-bener pahit minta ampun.

Dari kejadian itu, ane selalu trauma dengan yang namanya obat. Walaupun obat yang diberikan rasanya manis, ane tetep nggak mau meminumnya. Makanya setiap kali aku sakit dan dibawa ke dokter, ibuku selalu minta obat jenis sirup. Supaya nggak repot menumbuk hingga halus terlebih dahulu. Lagi pula kalau dalam bentuk sirup kan mudah nyekokinnya lewat sendok makan.

Entah karena peristiwa yang nggak menyenangkan itu atau bukan, aku sendiri juga nggak tahu. Pokoknya kalau mencium bau obat, bawaannya pengen muntah melulu. Makanya ketika ane sakit, ane selalu menutup hidup saat meminum obat dari dokter.

Tulisan ini diikutsertakan pada Giveaway Cerita di Balik Aroma yang diadakan oleh Kakaakin

Keajaiban Sholat Malam

Dear Sahabat,
Berburu giveaway mulai ane geluti sejak awal tahun ini. Tujuan utamanya adalah mendapatkan hadiah. Lebih dari 10 buah giveaway yang ane ikuti, namun tak ada satupun yang menang. Kadang sedih juga sih, sudah capek-capek nulis nggak dapet apa-apa. Lalu kenapa ane masih ngotot pengen ikutan giveaway lagi dan lagi. Kalau sekarang tujuanku bukan hadiah lagi melainkan menjalin siaturrahim dengan temen-temen blogger. Kalau tujuanku hadiah, hanya kekecewaan yang akan aku terima nantinya. Karena masih banyak yang harus aku benahi di blog ini, mulai gaya bahasa dan gaya penyampaian.

Ane pun nggak hanya asal mengikuti giveaway. Hanya giveaway yang menarik dan syaratnya mudah saja yang ane ikuti. Kalau syaratnya ribet, bisa dipastikan ane nggak akan mengikuti GA yang diselenggarakan sobat blogger. Kenapa ane mengikuti giveaway ini adalah karena kita diberi kebebasan untuk mereview tulisan mana saja yang kita suka.

Setelah melihat-lihat tulisan yang ada, mata saya tertuju pada sebuah artikel yang berjudul Keajaiban Sholat Tahajjud. Rasanya sudah lama sekali ane nggak pernah mengerjakan sholat tahajjud lagi. Ane pengen tahu apa sih keajaiban sholat malam ini. Ternyata banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan.

Berikut keajaiban-keajaiban sholat malam:
1. Sholat tahajjud sebagai tiket masuk surga
2. Amal yang menolong di akhirat
3. Pembersih penyakit hati dan jasmani
4. Sarana meraih kemuliaan
5. Jalan mendapatkan rahmat Allah
6. Sarana pengabulan permohonan
7. Penghapus dosa dan kesalahan
8. Jalan mendapat tempat yang terpuji
9. Pelepas ikatan setan
10. Waktu utama untuk berdoa
11. Meraih kesehatan jasmani
12. Penjaga kesehatan rohani

Itulah point-point penting yang saya dapatkan setelah membaca artikel dari mbak Enny Mamito. Ada hadist yang mendukung juga kok. Cuma hadits-nya nggak aku ikut sertakan disini karena sudah ditulis oleh mbak Enny Mamito pada artikel tersebut.

Saran:
1. Tetaplah istiqomah menuliskan sesuatu yang bermanfaat dalam kondisi apapun. Jangan pernah mengatakan hiatus seperti yang kebanyakan blogger katakan. Karena itu akan menjadi mindset kamu, yang akhirnya kamu nggak akan pernah menulis lagi.
2. Kurangi pernak-pernik yang nggak terlalu penting, supaya loading blog kamu ringan. Loading blog harus bisa terbuka penuh dalam waktu kurang dari dua detik.
3. Chat box mending dihilangkan saja sob. Karena itu dimanfaatkan oleh para spammer yang ingin cepat mendapatkan backlink.
4. Widget yang menunjukkan berapa yang sedang online, mending dihilangkan juga. Kebanyakan script akan memberatkan loading blog kamu.
5. Daftar blog temen-temen blogger, mending kamu taruh di laman mandiri sob.

Yuuk ikutan 2nd Giveaway Enny Mamito

keajaiban sholat tahajjud

Gagal Menikah di Usia 23 Tahun

Dear Sahabat,
Sebenernya ane nggak ingin mengingat-ingat kenangan masa lalu yang pernah ane alami. Namun sayang kalau nggak diabadikan dalam sebuah cerita. Mungkin ceritaku ini bisa menjadi inspirasi bagi yang membacanya.

Usiaku sekarang sudah 27 tahun. Hingga saat ini ane belum menikah. Di usia 23 tahun sebenernya saya dan pacar saya sudah merencanakan pernikahan. Namun sayang kedua orang tua kami nggak menyetujuinya. Alasan utama adalah karena perbedaan suku. Saya orang jawa dan pacar saya orang betawi. Cukup lama ane mencoba meyakinkan kedua orang tuaku. Akhirnya orang tuaku setuju asalkan pacar saya mau tinggal di jawa. Kabar gembira ini langsung saya sampaikan pada kekasih saya saat itu. Namun justru ibu kekasihku yang nggak setuju.

Kami berdua mencoba meredam gelora asmara yang ada. Sambil mencari solusi atas permasalahan yang kami hadapi. Tapi sayang kedua orang tua kami tetap teguh pada pendiriannya. Tidak ada yang mau mengalah demi kebahagiaan anaknya. Akhirnya setelah enam bulan pacaran, ane memutuskan pacar saya itu. Sebenernya pacar saya nggak mau saya putuskan. Akan tetapi saya mencoba memberi pengertian padanya. Keputusan ini saya ambil agar kita bisa saling instrospeksi diri dan tidak mempertahankan egonya.

Meskipun kita sudah putus, kita tetap menjadi sahabat. Sambil berharap kita bisa bersatu dalam ikatan suci pernikahan. Setelah lama menunggu, sahabatku tersebut mendesak untuk memastikan apakah saya serius mau melamarnya atau tidak mengingat usianya sudah 27 tahun. Dengan berat hati ane nggak bisa melamarnya dan melepasnya.

Selang satu bulan tepatnya tanggal 10 januari, ane menerima email kalau dia mau melangsungkan pernikahan di Ciracas – Jakarta Timur. Dia mengundangku ke acara pernikahan tersebut. Dengan lirih aku mengatakan kalau aku nggak bisa hadir ke acara pernikahannya karena itu sama saja melukai perasaanku.

Walaupun dia sudah menikah, ane tetap berhubungan baik. Kami sering kirim pesan lewat sms dan bercanda lewat facebook. Tapi sayang suaminya nggak menyukai hubungan kami itu karena suaminya tahu kalau saya adalah mantan pacarnya. Begitu cemburunya suami sahabatku itu, sampai nomer hape sahabatku disita oleh suaminya. Sejak saat itu hubungan kami lost contact.

Pesan:
Untuk sahabatku yang akan menginjak usia 23 tahun (Penyelenggara GA). Usia 23 sebenernya masa labil dalam menghadapi pernikahan. Apakah kita akan mengikuti kemauan orang tua kita dan mendapatkan restu atau menentukan pasangan kita sendiri sesuai pilihan kita. Cobalah bicarakan dengan baik-baik dengan kepala dingin. Jangan sampai kamu melukai perasaan kedua orang tua kamu. Bagaimanapun juga ridha Tuhan terletak pada ridha kedua orang tuamu.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam 23 Tahun Giveaway”

23 Tahun giveaway